Beranda Berita PPKRI Gelar Workshop "Strategi Pencapaian Pemeringkatan Perg...
Berita

PPKRI Gelar Workshop "Strategi Pencapaian Pemeringkatan Perguruan Tinggi Skala Internasional"

Redaksi 21 September 2026 3 menit baca
Bagikan:
PPKRI Gelar Workshop "Strategi Pencapaian Pemeringkatan Perguruan Tinggi Skala Internasional"
Semarang, 19 September 2026 — Pusat Pengembangan Kompetensi Riset dan Inovasi (PPKRI) menyelenggarakan Workshop bertajuk "Strategi Pencapaian Pemeringkatan Perguruan Tinggi Skala Internasional" pada Sabtu, 19 September 2026, pukul 09.30 WIB hingga selesai melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini diselenggarakan atas kolaborasi PPKRI bersama Asosiasi Pengelola Jurnal Informatika dan Komputer Indonesia (APJIKOM), Asosiasi Pengelola Jurnal Indonesia (APJI), dan Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen (LPKD).

Acara dibuka oleh Eko Siswanto, M.Kom., yang bertindak sebagai host, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Fa'iqah Salsabil Qadiriyyah. Sesi pembukaan kemudian dilanjutkan dengan opening speech dari Prof. Zainal A. Hasibuan, Ph.D., selaku Ketua Umum APJIKOM, yang berlangsung mulai pukul 09.40 hingga 10.50 WIB.

Dalam paparannya, Prof. Zainal menekankan pentingnya perguruan tinggi Indonesia untuk tidak berhenti pada pencapaian akreditasi nasional, melainkan terus melangkah menuju pengakuan di tingkat global melalui berbagai skema pemeringkatan internasional seperti QS World University Rankings, Times Higher Education (THE), dan UI GreenMetric.

Sesi inti acara berlangsung pukul 10.50–11.50 WIB, dengan Prof. Dr. Edy Winarno, S.T., M.Eng., selaku Ketua Umum PPKRI, sebagai pembicara utama, dipandu oleh moderator Eko Siswanto, M.Kom. Pada sesi ini, materi yang dibahas mengangkat tema besar "Dari Unggul Menuju Global", yang menjelaskan bahwa akreditasi Unggul dari BAN-PT dan pemeringkatan internasional merupakan dua hal yang saling melengkapi — satu berfokus pada standar mutu nasional, satu lagi pada visibilitas dan daya saing di kancah dunia.

Beberapa poin penting yang disampaikan dalam sesi ini antara lain:

Delapan dimensi utama yang dinilai dunia dari sebuah perguruan tinggi: education, research, reputation, internationalisation, sustainability, innovation, employability, dan societal impact.
Ragam lembaga pemeringkatan memiliki fokus berbeda — QS kuat dalam reputasi global, THE kuat dalam pendidikan dan riset, UI GreenMetric kuat dalam keberlanjutan lingkungan, Scimago kuat dalam riset dan inovasi, serta AppliedHE kuat dalam employability.
Bukti nyata PTS Indonesia yang telah menembus pemeringkatan dunia, seperti BINUS University, Telkom University, UMY, UII, dan Atma Jaya, menjadi contoh bahwa perguruan tinggi swasta Indonesia mampu bersaing di tingkat global.
Peta jalan (roadmap) strategi pemeringkatan internasional periode 2026–2030, mulai dari tahap foundation, entry, consolidation, acceleration, hingga global positioning.
Pentingnya keterlibatan seluruh unit institusi — mulai dari rektorat, fakultas, LPPM, kerja sama internasional, kemahasiswaan, hingga perpustakaan dan humas — karena pemeringkatan internasional bukan tugas individu, melainkan kerja kolektif seluruh sivitas akademika.
Keterkaitan antara Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan pemeringkatan global, di mana budaya mutu yang kuat menjadi fondasi menuju pengakuan dunia.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, di mana peserta dari berbagai perguruan tinggi turut aktif menyampaikan pertanyaan seputar strategi dan tantangan dalam mempersiapkan institusi masing-masing menuju pemeringkatan internasional.

Workshop ditutup pada pukul 11.50 WIB dengan sesi penutupan dan foto bersama, yang kembali dipandu oleh Eko Siswanto, M.Kom.

Melalui kegiatan ini, PPKRI berharap perguruan tinggi peserta dapat memperoleh gambaran strategis dan langkah konkret dalam menyusun peta jalan menuju pengakuan internasional, sejalan dengan visi besar "Local Roots, Global Impact" yang menjadi semangat utama workshop ini.